
Rimo-rimo, metode memasak masyarakat Ternate yang diwariskan turun-temurun dan dilakukan tanpa menggunakan alat dapur, melainkan memanfaatkan bambu sebagai wadah alami. (foto-foto: dok/IST)

Sate Bandeng
Sate Bandeng
Episode ketiga yang akan tayang pada Kamis (12/3/2026) menghadirkan Banten dengan jejak Kesultanannya. Sate Bandeng yang konon menjadi hidangan favorit Sultan Maulana Hasanuddin lahir dari kreativitas juru masak keraton untuk menyajikan bandeng tanpa duri sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kerajaan.
Selain itu, Rabeg turut memperkaya khazanah kuliner Banten. Hidangan berbahan daging kambing atau sapi ini dipercaya telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin.
Berdasarkan cerita turun temurun, Rabeg terinspirasi dari pengalaman sang Sultan saat menunaikan ibadah haji dan singgah di Kota Rabig di tepi Laut Merah.
Sultan menyantap olahan daging kambing yang kemudian diadaptasi sepulangnya ke Banten. Versi lain menyebutkan bahwa Rabeg dibawa oleh para pedagang Arab yang menetap dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
“Sejak 2017 kami berupaya mendokumentasikan kekayaan kuliner Nusantara secara konsisten melalui Kuliner Indonesia Kaya. Bukan semata menghadirkan visual yang menggugah selera, tetapi juga merekam pengetahuan, filosofi, dan perjalanan budaya yang menyertainya,” papar Renitasari.
















