
Rimo-rimo, metode memasak masyarakat Ternate yang diwariskan turun-temurun dan dilakukan tanpa menggunakan alat dapur, melainkan memanfaatkan bambu sebagai wadah alami. (foto-foto: dok/IST)

Kue Maksuba
“Tahun ini kami mengajak pecinta kuliner berkunjung ke Ternate, Palembang, dan Banten melalui episode terbaru webseries Kuliner Indonesia Kaya,” imbuhnya.
Ketiga daerah ini memiliki peran penting dalam perjalanan budaya Indonesia dan melalui tayangan ini masyarakat diharapkan melihat kuliner sebagai bagian dari identitas dan warisan yang perlu terus dikenalkan serta diapresiasi oleh generasi sekarang maupun mendatang.
Jalur Rempah
Episode pertama yang tayang pada Kamis, 26 Februari 2026 membawa penonton ke Ternate, salah satu titik penting dalam Jalur Rempah. Di pulau ini, kuliner tumbuh dari keseimbangan antara masyarakat dan alam sekitarnya.
Salah satu tradisi yang diangkat adalah Rimo-rimo, metode memasak yang diwariskan secara turun-temurun dan dilakukan tanpa menggunakan alat dapur, melainkan memanfaatkan bambu sebagai wadah alami.
Kris Syamsudin, Founder Cengkeh Afo dan Gamalama Spices, menyatakan bahwa Rimo-rimo berakar dari kebutuhan masyarakat Ternate untuk bertahan hidup ketika berada di hutan. “Rimo-rimo adalah tradisi memasak masyarakat Ternate yang lahir dari situasi survival. Dahulu orang-orang harus bisa memasak tanpa panci, sehingga bambu dimanfaatkan sebagai media memasak,” urainya.
















