
Rimo-rimo, metode memasak masyarakat Ternate yang diwariskan turun-temurun dan dilakukan tanpa menggunakan alat dapur, melainkan memanfaatkan bambu sebagai wadah alami. (foto-foto: dok/IST)

Pindang Ikan
Pindang Ikan
Perjalanan berlanjut ke Palembang dalam episode kedua yang tayang pada 5 Maret 2026. Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang menyimpan memori panjang yang mengalir bersama Sungai Musi.
Melalui Pindang Ikan, penonton diajak melihat aktivitas masyarakat memanfaatkan kekayaan sungai, tidak hanya ikan patin, tetapi juga gabus, hingga baung. Cita rasa asam pedas yang segar menjadi ciri khas yang merepresentasikan kedekatan masyarakat dengan alam sekitarnya.
Selain itu, hadir pula Kue Delapan Jam yang melambangkan kesabaran dan keseimbangan melalui proses pematangan selama delapan jam hingga menghasilkan tekstur lembut dan warna cokelat keemasan.
Bersanding dengannya, Kue Maksuba yang berlapis dan legit menjadi bagian penting dalam tradisi pernikahan dan perayaan besar seperti Lebaran di masyarakat Palembang. Proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan menjadikannya simbol kecermatan serta kematangan, sekaligus cerminan nilai yang dilekatkan pada perempuan Palembang.
Kue ini juga kerap dikirimkan oleh pasangan yang baru menikah kepada orang tua sebagai ungkapan cinta dan bakti. Ragam hidangan ini memperlihatkan bagaimana kuliner menjadi cara masyarakat Palembang merawat nilai dan ingatan kolektif kotanya.















