
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan TRCC mewakili Indonesia pada babak final European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Arezzo, Italia. Di sana, mereka akan berhadapan dengan para juara umum dari berbagai kompetisi paduan suara paling bergengsi di Eropa.
Tidak seperti kompetisi lain yang memberi ruang bagi lagu-lagu klasik maupun tradisional, Béla Bartók memiliki aturan khusus. Seluruh peserta diwajibkan membawakan karya paduan suara acapella yang diciptakan setelah 1945, kecuali karya komposer legendaris Hungaria, Béla Bartók.
Tantangan itulah yang membuat TRCC menyusun repertoar bernuansa modern kontemporer. Sebuah langkah yang berbeda dari kebiasaan mereka yang selama ini kerap memperkenalkan lagu-lagu daerah Indonesia di berbagai panggung dunia.
Pada kategori Children’s Choir, TRCC membawakan empat karya, yakni O Sapientia (Tadeja Vulc), Laudate Pueri Dominum (Mattia Culmone), Home at Night (Máté Bella), dan Deus Ultionum (Levente Gyöngyösi).
Sementara di kategori Free Program, mereka tampil memukau lewat Magnus Maior Maximus (Péter Tóth), Virágsirató (József Karai), Spiritus Domini (Michele Josia), serta 137 Hip-Street karya komposer muda Indonesia, Fero Aldiansya Stefanus.

















