
Hal itu juga berdampak langsung pada penghematan anggaran. Saat ini, Pemkot Surabaya harus membayar tipping fee sekitar Rp217.000 untuk setiap ton sampah yang dikirim ke TPA Benowo.
“Kalau biaya pengelolaan sampah bisa ditekan, anggaran itu bisa dialihkan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih penting, seperti pendidikan gratis maupun layanan kesehatan,” katanya.
Karena itu, ia berharap Lomba Pisang Danor mampu menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga hingga berkembang menjadi gerakan bersama di tingkat kampung.
Program tersebut juga menjadi tahap awal sebelum digelarnya Lomba Kampung Pancasila, yang akan melibatkan lebih banyak wilayah di Surabaya.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi pembiasaan. Ketika PKK bergerak bersama masyarakat, saya yakin akan menjadi kekuatan besar untuk mengubah wajah lingkungan kita,” ujarnya.
















