Catatan Khusus Irwan Dwi Arianto: Ketika Data Digital Menguji Klaim Merek Nomor Satu

0
511

Perkembangan tersebut menandai perubahan besar dalam riset komunikasi pemasaran. Jangankan survei konvensional, social media monitoring yang baru dikenal luas pun mulai kehilangan daya jelaskannya ketika hanya berhenti pada jumlah mention, sentimen, engagement, dan share of voice.

Goal bisnis pada akhirnya tetap mengarah pada pembelian. Namun keputusan pembelian pada era digital disruptif tidak lahir dari promosi semata. Keputusan tersebut dibentuk oleh pengalaman, rekomendasi komunitas, relasi antarakun, reputasi digital, narasi kesehatan, persepsi kualitas, kedekatan budaya, serta pengaruh algoritma.

Metode Asigta Intelligence dapat mengkaji proses tersebut sebagai rangkaian komunikasi yang bergerak dari keterlihatan menuju kepercayaan, penerimaan, dan tindakan.

Prinsip ‘Obtain the Unobtainable’ menggambarkan upaya memahami bagian-bagian masyarakat datafikasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Pembacaan tidak hanya berhenti pada siapa yang berbicara dan apa yang dibicarakan.

Analisis dapat bergerak menuju pola lokasi, karakter komunitas, perbedaan wilayah, simbol budaya, bahasa lokal, serta kearifan lokal yang memengaruhi penerimaan terhadap merek.

1 2 3 4

Comments are closed.