
Penyerahan bantuan dari IWPI Jatim kepada Yuliani, Ketua Panti Asuhan binaan Yayasan Baitul Farah Sidoarjo.
iniSURABAYA.com | SIDOARJO — Tak ada perayaan hari besar yang terlambat bagi Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur pimpinan Nunung Harso. Seperti Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus. Meski terlewat, keduanya dirayakan bersamaan pada Sabtu (22/8/2026).
Caranya, menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Workshop Melukis yang merupakan perpaduan program dari Seksi Sosial yang dikoordinatori Paulina Soesri Handajani dan Seksi Pendidikan yang dipegang Maria Nofita. Tanpa dihadiri oleh Nunung yang berada di Bandung, kegiatan yang dipusatkan di kediaman Ketua Pelaksa Acara, Anny Djon, di Sidoarjo, itu tetap meriah.
Dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga sore, acara itu berlangsung penuh kehangatan. Diawali dengan bercengkerama dengan anak-anak panti binaan Yayasan Baitul Farah Sidoarjo yang dipimpin Farid Afandi. Kepedulian sosial ala IWPI Jatim itu diwujudkan dalam aksi yang khas. Pada sesi pertama, anak-anak diajak mengikuti pelatihan melukis yang seru.
Dipandu oleh anggota IWPI Jatim, ke-15 anak-anak panti yang datang sejak pagi itu tampak antusias menyimak arahan. Maklum, rata-rata baru kali itulah mereka diajarkan melukis. Dengan bekal 6 cat lukis tekstil (merah, kuning, biru, putih, cokelat, hijau), kuas, palet, gelas, dan tote bag berbahan belacu sebagai media, mereka mencoba sesuatu yang baru bersama pelukis-pelukis profesional dari IWPI Jatim.
Menurut Maria Nofita, materi pelatihan dirancang agar mudah diikuti oleh anak-anak. “Di hadapan mereka, kami membuat pola gambar di salah satu sisi tote bag. Bentuknya beragam dan dekat dengan dunia anak-anak yang riang, seperti panda, burung, ikan, bunga, hingga sekeranjang buah. Anak-anak tinggal memberi warna sesuai contoh,” terang Nofita.
















