Catatan Khusus Gus Bahar Halim Mahfudz: Ketika Bencana Selaras dengan Perilaku Manusia

0
41

Istighfar yang mengalir dari bibir-bibir yang jujur, ketulusan para perawat kebaikan, dan kepasrahan anak-anak manusia yang merendahkan hati di hadapan Sang Maha Kuasa adalah benteng terkuat yang memelihara kehidupan kita. Tanpa kehadiran mereka, peradaban kita hanyalah bangunan megah dari pasir yang siap disapu oleh ombak pertama.

​Bencana alam yang selaras dengan perilaku manusia bukanlah tanda bahwa harapan telah mati. Ia adalah ajakan santun untuk melangkah kembali ke jalan asal, meninggalkan lorong-lorong gelap kesombongan menuju terang benderangnya kehendak Ilahi.

Selama masih ada dahi yang bersujud dengan khusyuk di atas tanah, dan selama masih ada tangan yang terulur menolong sesama yang merintih, maka rahmat Allah akan senantiasa lebih luas dari jeritan bumi yang sedang terluka.

Mari kita dengarkan bisikan alam ini dengan kerendahan hati, merapikan kembali pakaian iman kita, dan berjalan bersama merawat bumi dengan penuh cinta dan rasa hormat.

Sehingga keimanan kita lebih utuh dan tidak terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan sesaat atas nama kebutuhan hidup. Rahman Allah mewujud menjadi lentiknya jemari kita dalam merawat alam disekitar kita dan tidak merusaknya.

Rahim Allah menjadi perilaku ke sesama manusia yang membutuhkan bukan menjadi kepentingan terselubung dalam membidik menusia lain yang ada dalam setiap silaturahmi. *
Penulis: ​Gus Bahar Halim Mahfudz (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang)

1 2 3 4 5

Comments are closed.