
iniSURABAYA.com – Pemkot Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak fenomena El Niño yang diprakirakan masih berlangsung hingga Februari 2027.
Kondisi tersebut berpotensi membuat cuaca Surabaya lebih kering dan memundurkan awal musim hujan. Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
Warga tetap dapat beraktivitas seperti biasa dengan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap paparan panas, ketersediaan air bersih, serta potensi kebakaran akibat kondisi lingkungan yang lebih kering.
Irvan Widyanto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengatakan, dampak El Niño yang paling perlu diperhatikan masyarakat adalah kondisi lingkungan yang semakin kering sehingga meningkatkan risiko kebakaran.
Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya bencana. “Kita harus selalu waspada karena ketika paparan sinar matahari berlangsung terus-menerus, kekeringan dapat meningkat. Kondisi tersebut membuat bahan-bahan di sekitar menjadi lebih mudah terbakar,” kata Irvan, Kamis (10/9/2026).
















