Membaca ‘Suara dari Balik Penutup Wajah’ Karya Hamid Nabhan, Emi Suyanti: Suara yang Terlambat Didengar

0
14

Perubahan itu membuat simbol penutup wajah menjadi lebih dalam. Lehi selama ini hadir sebagai pekerja yang rajin dan pendiam, sementara persoalan keluarganya, utang pengobatan ibunya, dan kegelisahan yang membuatnya sering melamun tersembunyi di balik kesehariannya.

Penutup wajah yang dikenakannya pada malam itu seolah menjadi bentuk fisik dari keterdesakan yang selama ini tidak terlihat. Karena itu, Lehi tidak sekadar menyembunyikan wajah. Ia menyembunyikan keadaan hidupnya.

Ironi cerpen semakin kuat karena Rego adalah pemilik toko buku. Ia hidup di antara buku-buku, tetapi tanda-tanda tentang Lehi baru terbaca setelah sebuah peristiwa ekstrem terjadi.

Kemurungan, lamunan, dan kabar tentang keluarganya sebelumnya hanya menjadi bagian kecil dari keseharian yang tidak cukup diperhatikannya.

Di sini penutup wajah bekerja pada dua arah. Lehi menutup wajahnya secara fisik, sementara Rego memiliki semacam ‘penutup’ berupa kesibukan dan rutinitas yang membuat penderitaan orang di dekatnya luput dari perhatian.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.