
Emi Suy bersama Supardi Djoko Damono. (foto: dok)
Kesadaran itu datang setelah peristiwa terjadi. Rak-rak buku di ruang kerja Rego pada bagian akhir cerita karena itu memperoleh makna simbolik. Ia berada di tengah sesuatu yang selama hidupnya menjadi dunia pengetahuan, tetapi pengetahuan itu tidak otomatis membuatnya peka terhadap kesulitan manusia di sekelilingnya.
Ada sesuatu yang tidak dapat ditemukan hanya dengan membaca buku. Manusia.
Kejahatan dan Keterdesakan
Cerpen ini tidak mencoba menghapus kesalahan Lehi. Ia tetap masuk ke rumah orang lain. Ia membawa pisau. Ia menakut-nakuti pemilik rumah. Apa pun keadaan yang mendorongnya, tindakan tersebut tetap merupakan tindakan yang berbahaya.
Namun, kata Emi, Hamid Nabhan mengajak pembaca melihat bahwa sebuah tindakan tidak selalu lahir dari ruang yang sederhana. Ada keadaan yang mendahului tindakan itu.
Lehi bukan digambarkan sebagai penjahat profesional. Ia adalah seseorang yang terdesak oleh persoalan keluarga dan kebutuhan pengobatan ibunya. Tekanan tersebut perlahan mendorongnya melewati batas yang sebelumnya mungkin tidak pernah ia bayangkan.
Di titik ini, cerpen bergerak dari cerita tentang kriminalitas. */ap
















