Bangga Bisa Gelar Pameran Bonsai Spektakuler, Tetapi Andre Sutanto Mengaku Tidak Untung, Simak Fakta Berikut

Selain memajang bonsai para juara yang harganya hingga miliaran rupiah, Pameran dan Kontes Bonsai Nasional juga menyediakan stan khusus produk UMKM.

iniSURABAYA.com – Memiliki bonsai, selain untuk hobi ternyata juga bisa jadi peluang investasi. Sebab, bonsai yang dirawat dengan baik dan serius harganya terus merangkak naik.  

“Itu pun bergantung pada keunikan tumbuhnya dan seberapa sering memenangkan kontes. Sehingga kalau si pemilik sabar dan rajin, bukan tidak mungkin harga bonsai miliknya bisa melonjak naik,” kata Andre Sutanto, Ketua Panitia Pameran dan Kontes Bonsai Nasional, Sabtu (13/11/2021).

Bacaan Lainnya

Andre yang juga kolektor bonsai ini mengaku, menanam bonsai termasuk kegiatan yang susah-susah gampang. Menurut Andre, semua aktivitas harus diawali dengan kecintaan dan komitmen.

“Kalau sudah, tinggal pada proses perawatannya saja. Seperti disiram tiap hari, mengganti pot tiap enam bulan sekali, dan media tanam tiap tiga bulan sekali,” paparnya memberi tip pada pemula yang ingin mengoleksi bonsai.

Lebih lanjut Andre menyatakan bahwa Surabaya tempat strategis untuk semua pohon. “Kecuali pohon yang memang untuk daerah dingin. Surabaya kurang sesuai untuk pohon sejenis sargenti dan sinensis,” ungkapnya.  

Pameran Internasional
Andre melontarkan rasa bangganya bisa menggelar agenda Pameran dan Kontes Bonsai Nasional di Parkir Timur Ciputra World Surabaya. Pasalnya, kegiatan yang berlangsung hingga 18 November ini diikuti 950 peserta dari kelas Prospek (pemula) hingga Bintang.

“Yang bikin bangga, Surabaya bisa jadi tuan rumah penyelenggaraan pameran dan kontes bonsai yang spektakuler ini, tidak hanya dari kuantitas peserta, tetapi juga kualitas bonsai yang ikutan pameran,” katanya.

Yang juga bikin bangga, kata Andre, Indonesia kini termasuk salah satu penghasil bonsai terbaik, bukan hanya di Asia, melainkan dunia. “Sebelumnya bonsai yang baik hanya dikenal berasal dari China, Jepang, dan Taiwan,” imbuhnya.

Karena itu pula, Andre bercita-cita untuk menggelar even pameran dan kontes bonsai internasional. “Tetapi, saya berharap kegiatan ini bisa disupport pemerintah. Sebab, menyelenggarakan kegiatan seperti ini tidak ada untungnya. Bahkan banyak ruginya,” ucap Andre.

Pria ini lalu memaparkan, meski harga bonsai yang ikutan pameran harganya bisa sampai miliaran rupiah, peserta hanya membayar bea pendaftaran yang besarannya hanya ratusan ribu rupiah.    

“Padahal saya harus sewa tempat dan sewa meja untuk kegiatan selama 10 hari. Juga bayar juri yang semuanya dari luar kota. Ini kegiatan non profit, karena pengeluaran sangat besar. Maka butuh sponsor dan dukungan Pemkot Surabaya,” urainya.

Selain bonsai kelas juara nasional, Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021 ini juga menyediakan stan khusus bursa bonsai. Ada 25 tenda di depan Ciputra World Surabaya diisi produk UMKM yang masih berkaitan dengan bonsai.  

“Khusus bagi pemula, kami sediakan booth untuk membeli bonsai. Pengunjung bisa langsung praktik merawat bonsai di rumah dengan ilmu yang didapat di sini,” kata Andre. ana

Pos terkait