Théâtre Bernard Marie Koltes, Universitas Paris Nanterre Jadi Panggung Akbar ‘Mollo – Festival de la Culture Indonésienne’

0
2118

Klop dengan spirit yang diunggah oleh Dian Oerip yang tak kenal lelah menjelajah berbagai pelosok nusantara mencari dan mengenal wastra tradisional, mendorong pelestarian dan mempromosikannya hingga ke mancanegara.

Untuk festival kali ini Dian Oerip mengangkat kain tenun dari Mollo sebagai primadona.

Di penghujung acara, selama beberapa menit tak henti-hentinya penonton berdiri bertepuk tangan meriah memberikan apresiasi mereka. Rasa senang dan bangga melihat bahwa karya seni Indonesia berhasil memukau publik Prancis.

Pertunjukan malam itu kembali menyadarkan betapa beragamnya seni budaya Indonesia, betapa eloknya wastra Indonesia.

Ini baru dari satu daerah. Padahal tiap daerah di Indonesia memiliki wastra tradisional masing-masing. Alangkah kayanya negeri kita akan seni budaya. Menjadi tantangan bagi kita semua untuk melestarikan dan mengembangkannya.

Festival yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut diisi berbagai kegiatan.

Selain tentu saja pertunjukan tari di atas, digelar pula pemutaran film, pameran lukisan karya Jean-Jacques Moure, pameran kain-kain tenun dari seluruh nusantara koleksi Dian Oerip, workshop tari Jawa oleh Kadek Puspasari, gamelan oleh Christophe Moure, pencak silat oleh Bertrand Pierrard, cara memakai kain tenun oleh Dian Oerip, membuat nasi goreng dan lumpia oleh Nanda Moure dan Angela Dewulf.

1 2 3 4

Comments are closed.