
Tampil berbeda ini ditekankan Firman sangat penting, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai PR maupun marketing communication (marcomm).
“Kalau tidak tampil berbeda kamu bukan marcomm. Apa yang membuat jadi perhatian? Itu bisa disetting. Intinya adalah outstanding. Be different or die! Jangan sampai mati gaya,” imbuhnya.
Senada dengan Firman, Ricky menyatakan, untuk tampil ‘berbeda’ tak harus menjadi orang lain. “Sisi unik itu tak bisa dicari, tetapi sudah melekat pada diri sendiri. Karena itu be your self,” ucapnya.

Untuk tampilan, Ricky menyarankan untuk memakai apa saja yang disuka. “Pakailah apa yang kamu senangi. Tak peduli apa kata orang lain,” ujar pria yang selalu tampil khas dengan topi bulat ini.
Sepakat dengan Firman, Ricky mengakui bahwa tampilan kesehariannya sekarang diyakini mendorong terciptanya personal branding. Selain topi bulat ala detektif Thompson and Thomson di serial Tintin, Ricky melengkapi tampilannya dengan kaus turtle neck yang dibungkus jas.
Tampilan unik tersebut, kata Ricky, awalnya bukan karena pekerjaan yang dijalani di dunia hospitality. “Ini karena hobi saya di dunia musik. Ini saya dapat ketika memilih genre jazz,” urainya.
















