
“Ini luar biasa cukup banyak. Di Surabaya Raya saja kurang lebih sekitar 300 pasang yang harus mendapat layanan bayi tabung,” bebernya.
Dan meskipun di Surabaya ada lima klinik bayi tabung, dokter Amang melihat kurang dari 200 pasien terlayani program bayi tabung di rumah sakit maupun klinik tersebut.
“Ini tugas kami. Karena sisanya mungkin saja belum terlayani atau mungkin lari ke luar negeri. Ini adalah tanggung jawab kami untuk bisa membantu masyarakat di bidang fertilitas,” tandasnya.
Dokter Amang mengatakan, pasangan fertilitas bisa datang ke klinik IVF sedini mungkin. Bukan hanya pasangan yang ingin menjalani program bayi tabung, tetapi juga pasangan yang ingin memiliki keturunan berapa pun lama usia pernikahan.
Dokter Amang berharap dalam waktu lima tahun ke depan, ASHA IVF bisa membangun delapan klinik IVF di seluruh Indonesia dan 30 fertility clinic nasional.
“Pada saat ASHA IVF Clinic itu berdiri, nanti ada ASHA Fertility,” pungkasnya. ap
















