

Arny menyatakan, yang direkrut Moci justru mereka yang sama sekali belum pernah menapaki runway. “Karena lebih gampang mengajarinya. Dan hasilnya lebih kelihatan dari perubahan yang terjadi (pada anak tersebut),” urainya.
Untuk memberi pengalaman pada anggota Moci, model-model cilik ini sering diajak untuk tampil di panggung kecil-kecilan di acara bazaar. “Jadi tidak langsung di panggung besar seperti ini,” tegasnya.
Ibu tiga anak ini meyakini, makin banyak anak-anak itu mengambil kesempatan tampil di berbagai panggung, tentu semakin pintar dan memiliki rasa percaya diri makin besar.
Untuk mengasah ketrampilan anggota, Arny berinisiatif membuka tempat les. Sebulan sekali setiap hari Minggu, anggota Moci dilatih model profesional.
Selain mengasah ketrampilan sebagai modeling, anak-anak itu juga diberi bekal public speaking. “Kebanyakan yang ikut anak-anak yang baru mengenal dunia modeling,” ujarnya.
Arny menambahkan, Moci tidak memberlakukan iuran pada anggotanya. Kalaupun ada biaya yang dikeluarkan orangtua, hanya untuk mereka yang ikutan les modeling, dan besarannya Rp 250.000 per-bulan.
















