Proklim RW Medayu: Dari Semangat Gotong Royong Cinta Lingkungan Jadi Destinasi Wisata Edukasi Urban Farming

Urban farming di RW 12 Medokan Ayu Kota Surabaya tanpa menggunakan fasilitas umum.
Tidak Punya Fasilitas Umum
Meski fasilitas yang diinginkan sudah terpenuhi toh dalam pelaksanaannya tidak juga jadi mudah. Projek senilai Rp 200 juta itu harus diwujudkan di tujuh RT yang ada di RW 12 Medokan Ayu. “Masalahnya di RW ini tidak ada fasilitas umum (fasum), dan tidak semua RT punya tanah kosong!” tegas Renni.
Setelah melakukan penelusuran di seluruh RT di RW 12, Renni menemukan lahan yang diinginkan itu hanya di empat RT, yaitu RT 4 sampai RT 7.
Tetapi, masalah lain muncul. Ketika Renni dan sejumlah warga mulai bergerak membersihkan lahan yang jadi target untuk kegiatan hidroponik, muncul protes dari warga yang rumahnya tepat berdampingan dengan lahan tersebut.
“Warga itu keberatan ada kegiatan hidroponik di lahan samping rumahnya itu. Padahal lahan itu jelas bukan miliknya. Tetapi, ya sudah kami bongkar lagi paving yang sudah terpasang dan cari lahan kosong lainnya. Kami mulai dari awal,” bebernya.
Masalah yang muncul tak berhenti di situ. Upaya yang dilakukan wanita kelahiran Pariaman, Sumatera ini untuk mengajak berkegiatan hidroponik menghadapi stigma bahwa melakukan pertanian hidroponik ini tidak menguntungkan.
















