Proklim RW Medayu: Dari Semangat Gotong Royong Cinta Lingkungan Jadi Destinasi Wisata Edukasi Urban Farming

Urban farming di RW 12 Medokan Ayu Kota Surabaya tanpa menggunakan fasilitas umum.
Karena selisih harga yang didapat dari kegiatan hidroponik ini sangat sedikit. “Bagi warga yang terbiasa dengan UMK besar pendapatan 150.000 per-bulan tidak menggiurkan,” kata Renni yang tengah menyelesaikan pendidikan di jenjang Magister Manajemen Agribisnis UPN ‘Veteran’ Jawa Timur.
Meski demikian, Renni bersyukur. Masih ada warga yang memberi respons positif dan tidak melihat kegiatan hidroponik dari sisi untung atau rugi. “Tetapi mereka melihat bahwa program ini bisa bermanfaat untuk lingkungan. Tidak semata jualan sayur dapat hasil, lalu uangnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” paparnya.
Meski banyak menghadapi tantangan, Renni dan warga Medokan Ayu ini tetap semangat melanjutkan program hidroponik. “Tantangan utama kami adalah kami tak memakai fasum. Jadi Ketika lahan yang dipakai mau digunakan oleh yang punya tentu harus pindah,” cetusnya.
Dibantu Anggota DPRD Kota Surabaya
Kendala lahan yang dihadapi Renni dan para pegiat lingkungan di Medokan Ayu ini rupanya dapat perhatian warga yang juga anggota DPRD Kota Surabaya. Aning Rachmawati berkenan meminjamkan lahan kosong seluas 200 m2 miliknya untuk dikelola Renni dan warga setempat jadi kebun hidroponik.
“Pinjam pakai tanpa biaya sama sekali. Bahkan beberapa fasilitas di kebun ini dibiayai anggota DPRD tersebut,” ungkapnya.
















