
Warga RW 04 Ketintang Surabaya dapat kesempat periksa kesehatan gratis dari tim kesehatan RSIA Kendangsari Surabaya.
“Jadi takaran yang betul itu sama dengan sendok makan orang bule. Sedang sendok makan kita cuma 10 cc.
Karena itu, bila minum obat kemudian sakitnya tidak kunjung sembuh, dipastikan karena dosis yang dikonsumsi di bawah kebutuhan. “Paling aman itu pakai gelas takar yang ada ukuran 5 cc, 10 cc, atau 15 cc,” urainya.
Dokter Fachry juga menyoroti pasien Ketika minum kapsul atau tablet. “Mereka yang tidak bisa minum kapsul atau tablet biasanya membuka kapsul atau menggerus obatnya. Ini akan menurunkan efek penyembuhannya, terutama obat yang lepasnya pelan-pelan,” tandasnya.
Dokter Fahcry lalu menunjuk obat untuk nyeri dan vitamin. “Jangan digerus! Vitamin itu butuh lepas pelan-pelan,” pesannya.
Hal lain yang jadi perhatian dokter Fachry adalah pasien yang minum obat tidak pakai air putih. “Hati-hati. Minum obat anti nyeri pakai air jeruk justru meningkatkan efek samping. Atau minum jus anggur dengan obat hipertensi, dengan obat kolesterol, atau obat alergi, itu tidak tepat!” ujarnya.
















