
ILUSTRASI : Perawatan jalan ditentukan berdasar status jalan tersebut. (foto: dok Humas Pemkot Surabaya)
Bahkan, saat memasuki musim penghujan, DSDABM bisa melakukan perbaikan atau pengaspalan jalan berlubang hingga 100 titik lokasi setiap harinya.
“Normal sehari biasanya cuma 60 ton saat kemarau. Saat (musim hujan), kami sampai 120 ton atau dua kali lipat untuk melakukan aspal penambalan jalan ini,” ucapnya.
Namun, Adi menyatakan, bahwa pihaknya memiliki skala prioritas berdasarkan daftar penanganan jalan berlubang yang telah dihimpun oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) pemantau lubang di berbagai ruas jalan.
“Kami memiliki tim survei yang terus berkeliling setiap harinya, mereka tersebar di lima rayon (wilayah) untuk memantau ruas jalan,” ujarnya.
Menurut Adi, setiap tim satgas yang berada di lima wilayah tersebut terdiri dari empat orang. Selain menghimpun data keadaan jalan rusak dari tim satgas, DSDABM Surabaya juga menerima informasi jalan rusak berdasarkan laporan pengguna jalan.
















