‘Negeri Sakkarepmu’: Akustikoma Kritik Keras Kuasa yang Semena-mena

0
1206

Dari bait pembuka hingga pengulangan kata ‘sakkarepmu’ yang menghantui di akhir lagu, single ini menyuarakan realita bahwa hukum, keadilan, dan kekuasaan seringkali berjalan sesuai kehendak segelintir elit, sementara rakyat kecil terus menjadi korban.

“Lagu ini adalah cermin. Bukan hanya untuk para pemegang kuasa, tapi juga untuk kita semua, agar tidak kehilangan suara dan kesadaran,” ujar Yoga BM.

Sementara itu, Antok Yunus menambahkan, “Musik adalah medium jujur. Lewat lagu ini, kami hanya ingin menyampaikan bahwa suara rakyat tidak boleh padam, betapapun sunyinya jalan yang harus dilalui.”

Antok menegaskan bahwa ‘Negeri Sakkarepmu’ bukan sekadar lagu. Tetapi sebuah pernyataan dan doa sekaligus teriakan dalam diam, untuk negeri yang terus diimpikan pulih dari luka-luka yang dibiarkan menganga.

Proses pembuatan lagu ‘Negeri Sakkarepmu’ melibatkan sejumlah musisi yakni Indra Kenatha, Yeyen Gitar, dan Gita Biola. Sedangkan untuk publisher musik ditangani oleh One Entertainment Jakarta, sehingga karya ini bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai 28 Juni mendatang. wid

1 2

Comments are closed.