
Monumen Ayam Jago. (foto: Diskominfo Kota Surabaya)
Monumen Ayam Jago ini diletakkan di antara ruas Jalan Raya Menganti, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Letaknya tak jauh dari kawasan Makam Raden Sawunggaling di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri.
“Jadi dari makam ke monumen itu dekat. Karena area makam Raden Sawunggaling itu berada di dalam gang, makanya monumen ini diletakkan di antara ruas jalan tadi sebagai tanda,” katanya.
Yongky mengungkapkan, sebelumnya warga Kelurahan Lidah Wetan meminta kepada Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya agar dibuatkan Monumen Ayam Jago. Selain sebagai penanda, warga ingin adanya monumen ini bisa meningkatkan wisata di kawasan Lidah Wetan.
Dirinya berharap, adanya monumen tersebut wisata sejarah sekaligus religi di kawasan Lidah Wetan bisa terus meningkat ke depannya. Untuk saat ini, ia menyebutkan, akan terus meningkatkan infrastruktur penunjang lainnya agar kawasan wisata tersebut semakin menarik untuk dikunjungi ke depannya.
Yongky berharap infrastruktur penunjang lainnya bisa segera dibenahi. “Jadi di situ itu butuh taman dan tempat parkir. Dan saya nggak menyangka kalau hasilnya (monumen) sebagus itu, sampai warga itu antusias karena sudah lama menjadi keinginan warga sejak 2023. Akhirnya monumen itu terealisasi di 2025,” imbuhnya.
















