Ikon Baru Surabaya: Monumen ‘Ayam Jago’ di Lidah Wetan Jadi Simbol Perjuangan Raden Sawunggaling

0
1198

iniSURABAYA.com – Kota Surabaya memiliki ikon baru di wilayah Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. Ikon berupa monumen Ayam Jago itu dijadikan sebagai tetenger, atau penanda sejarah dari perjuangan Joko Berek alias Raden Sawunggaling yang menjadi legenda di Kota Pahlawan.

Yongky Kuspriyanto Wibowo, Camat Lakarsantri mengatakan, monumen Ayam Jago ini sebagai penanda cikal bakal berdirinya Kota Surabaya. Yongky menyebutkan, menurut cerita para sesepuh di wilayah Kecamatan Lakarsantri, Joko Berek atau yang biasa dikenal Raden Sawunggaling merupakan anak dari Adipati Jayengrono, seorang raja yang berkuasa di Kadipaten Surabaya pada zaman dulu.

Kala itu, lanjut Yongky, Joko Berek memiliki hobi memelihara dan adu ayam jago. Singkat cerita, Joko Berek yang saat itu hanya tinggal bersama ibunya, yakni Biyung Dewi Sangkrah, menanyakan keberadaan ayahnya.

Dewi Sangkrah lantas menjawab pertanyaan Joko Berek, bahwa ayahnya adalah seorang adipati bernama Jayengrono. “Saat itu Joko Berek diberi ibunya sehelai selendang warna kuning. Katanya, kalau ingin mencari keberadaan ayahnya, agar membawa selendang kuning itu ke Kadipaten Surabaya, tempat kerajaan Jayengrono,” tutur Yongky, Selasa (9/9/2025).

Sesampainya di Kadipaten Surabaya, kata Yongki, Joko Berek bertemu dengan dua saudara tirinya, yakni Sawungrana dan Sawungsari. Lantas Sawungrana dan Sawungsari menanyakan maksud serta tujuan Joko Berek datang ke Kadipaten Surabaya.

1 2 3 4 5

Comments are closed.