Ikon Baru Surabaya: Monumen ‘Ayam Jago’ di Lidah Wetan Jadi Simbol Perjuangan Raden Sawunggaling

0
1200

Di samping itu, M Andi Bocor, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lidah Wetan mengatakan, berdasarkan cerita para leluhur di kawasan Lidah Wetan, sebelumnya monumen Ayam Jago itu sudah ada.

“Namun, saat zaman kolonial Belanda monumen itu hilang,” tandasnya.

Karena monumen yang dibangun oleh leluhur warga Lidah Wetan hilang, ucap Andi, akhirnya warga menggelar napak tilas berjalan kaki menuju ke Balai Kota Surabaya. “Nah, saat di balai kota saat itu ditemui oleh Wali Kota (Eri Cahyadi). Akhirnya warga serempak meminta dibangunkan kembali benteng atau monumen Ayam Jago. Karena sebelumnya sudah pernah ada, zaman Belanda dulu, dibangun oleh leluhur,” urainya.

Andi mengatakan, tinggi monumen yang lama tidak setinggi monumen Ayam Jago yang baru saat ini. Monumen yang ada saat ini tingginya mencapai tujuh meter. Pembuatan monumen ini juga melibatkan seniman asal Kota Surabaya.

“Melibatkan seniman Kota Surabaya, pembuatannya kurang lebih sekitar 2-3 minggu,” paparnya.

1 2 3 4 5

Comments are closed.