Heri Lentho Dominasi Suara Musyawarah Kebudayaan Surabaya: Dari Kubu ke Kolaborasi

0
350

“Pasien mengadukan persoalan berupa program. Dokter menganalisis dan memberi rekomendasi, lalu disampaikan ke fasilitator. Ketiganya harus harmonis dan kolaboratif. Selama ini berjalan sendiri-sendiri. Ini tidak sehat bagi pertumbuhan kesenian dan kebudayaan,” kata Heri Lentho.

Sementara di meja lain, Heti Palestina Yunani memimpin pembahasan nama lembaga dan isu-isu strategis. Kelompok lain merumuskan bidang kerja, tata kelola, hingga prinsip etika organisasi.

Semua hasil ditempel di papan besar, lalu dikritisi silang oleh peserta lain. Proses ini memperlihatkan transparansi—setiap gagasan diuji terbuka, setiap pengusul menjelaskan rasionalitasnya.

Diseleksi Mesin
Transformasi DKS tidak berhenti pada diskusi gagasan. Tahap berikutnya adalah seleksi individu. Salah satu syarat penting ialah penulisan esai sepanjang seribu kata tentang visi Kota Surabaya Menuju Kota Dunia.

Dari proses ini, tersaring 78 nama ke fase lanjutan. Dinamika muncul ketika seorang peserta, Suro —pelawak Surabaya—memprotes karena namanya tidak lolos.

1 2 3 4 5

Comments are closed.