Heri Lentho Dominasi Suara Musyawarah Kebudayaan Surabaya: Dari Kubu ke Kolaborasi

0
348


Semua data diolah secara komputerise sehingga keputusannya tidak bisa  dibantah supaya bisa dianulir. “Ibaratnya, manusia tak bisa memprotes keputusan mesin,” ujar Rokimdakas.

Selain faktor administratif, isu rangkap jabatan dan afiliasi politik menjadi pertimbangan panitia. Proses ini menegaskan bahwa integritas dan independensi menjadi syarat utama.

Pada fase lanjutan, dilakukan voting virtual, tiap peserta memiliki barcode tersendiri. Mereka diberi peluang  memilih tiga nama. Beberapa saat kemudian pada layar LCD terpampang tabel nama berdasarkan abjad lengkap dengan persentase dukungan.

Transparansi ini membuat setiap orang dapat menyaksikan langsung perolehan suara. Hasilnya, Heri Lentho memperoleh dukungan tertinggi dengan 20 suara. Disusul Heti Palestina Yunani, dan Ris Handono masing-masing 18 suara.

Dari 31 nama yang muncul di layar, dilakukan penyisihan terhadap suara dukungan terkecil hingga tersisa 28 orang. Mereka inilah yang dipercaya menggodok pematangan transformasi Dewan Kebudayaan Surabaya ke tahap berikutnya.

1 2 3 4 5

Comments are closed.