
Meimura

Meimura turut mendukung aksi penolakan pengosongan Sekretariat DKS.
Sebuah pertunjukan absurd yang tidak perlu membeli tiket, sebab seluruh warga kota dipaksa menontonnya.
Generasi tua membaca peristiwa ini dengan dahi berkerut namun tenang. Mereka hafal betul sejarah penggeseran ruang kesenian di Surabaya. Mereka tahu bahwa seniman Surabaya sejak dulu lebih sering berpindah tempat ketimbang pemain sirkus keliling.
Hari ini di sini, besok digeser, lusa disuruh pindah lagi demi ‘penataan’. Kata ‘penataan’ dalam birokrasi kita kadang terdengar seperti versi sopan dari kalimat: “Maaf, sampeyan terlalu lama hidup di sini.”
Sementara generasi milenial mulai ikut bersuara. Sebagian karena mereka memang pernah berproses di Balai Pemuda, sebagian lagi karena mereka terhubung secara emosional dengan generasi sebelumnya.
Ada hubungan batin yang sulit dijelaskan secara administratif. Sebab bagi seniman, ruang bukan sekadar bangunan. Ia adalah tempat kenangan, tempat jatuh cinta, tempat gagal pentas, tempat menemukan jati diri, bahkan tempat ngutang kopi.
















