
Membuka Festival dengan Ide, Perspektif, dan Kolaborasi
Hari pertama CFF 2026 dibuka di Dian Auditorium Universitas Ciputra Surabaya pada 2 Juni 2026. Suasana langsung terasa hangat ketika Robert Ronny hadir dalam sesi expert talk. Produser sekaligus CEO Paragon Pictures itu membagikan pandangan tentang dinamika industri film Indonesia serta tantangan kreator di era digital.
Hari pertama kemudian ditutup dengan special screening ‘Synergy Pieces’, hasil kolaborasi CFF dan Studio Cerita Mojokerto. Karya ini menjadi simbol sinergi antara kampus, komunitas, dan pelaku industri lokal dalam satu ruang kreatif yang sama.
Ketika Kota Berubah Jadi Ruang Pamer Ide dan Film
Memasuki 3 Juni 2026, festival bergerak ke V-Walk Atrium dan XXI Ciputra World Surabaya. Area publik ini disulap menjadi ruang seni melalui pameran fotografi, open air cinema bertajuk ‘The Tale Weavers’, hingga program kolaborasi dengan ISI Bali.
Sorotan utama hari kedua adalah sesi bersama Chandra Liow bertema ‘Mosaic of Becoming: Finding Passion in Filmmaking’. Ia membagikan perjalanan kariernya dari content creator hingga filmmaker, sekaligus mendorong anak muda untuk berani membangun jalannya sendiri di industri kreatif.
Hari itu juga diwarnai pemutaran film seperti Perfectly Asymmetric (romance) dan Collection of Sharp Edges (horor) di XXI Ciputra World, yang mendapat antusiasme tinggi sejak sebelum pemutaran.
















