
Adriono yang menjadi penyunting novel Gemblak Terakhir yang ditulis duet oleh Imung Mulyanto dan Sasetya Wilutama.
Di dalam Gemblak Terakhir ada problem relasi kuasa: tentang warok yang punya otoritas sekaligus sumber daya ekonomi, berhadapan dengan rakyat miskin yang konstan terjepit ekonomi. Seorang janda terpaksa melepas anak laki-lakinya yang masih belia, saat “dipinang” untuk dijadikan gemblak sang warok.
Ada juga dilema wartawan yang harus menyampaikan fakta kepada khalayak, tetapi dia harus melindungi teman sekolahnya yang ternyata mantan gemblak. Plus ada bumbu kriminalitas dan aksi adu kesaktian antarsesama warok, serta hubungan percintaan yang normal sekaligus yang abnormal.
Menurut Adriono, walhasil alur cerita dalam novel ini berliku dengan menarik. Cerita bergerak cepat, tidak berpanjang-panjang dalam uraian sastra, sehingga ritmenya tetap terjaga. Ini bikin pembaca jadi kepo, lantas enggan meletakkan buku sebelum bertemu kata tamat.
Gaya bahasanya yang populer dan ringan membuat buku ini enak dibaca. Nikmatnya serasa menyaksikan sinetron TV melalui kata-kata. “Saya pribadi sangat menikmati novel ini pada saat melakukan penyuntingan naskah. Saya yakin pembaca akan menemui kenikmatan yang sama saat membacanya,” ujarnya.
Bagi yang ingin memiliki novel terbitan MejaTamu ini, calon pembaca dapat menghubungi penulis Sasetya (088989387963) atau Imung (88989387963). Novel setebal 82 halaman dengan ukuran 14 cm x 20 cm ini bisa didapatkan dengan harga Rp75 ribu, sudah termasuk ongkos kirim. */hpy
















