Tak Sekadar Busana, Kebaya dan Batik Menyimpan Pesan Leluhur yang Mulai Terlupakan

0
84


Salah satunya adalah motif parang atau lereng yang dahulu menjadi simbol kewibawaan dan hanya dikenakan keluarga istana.

“Batik dulu juga hanya dikenal dalam dua warna utama, yakni sogan kecokelatan dan merah muda. Seiring waktu, batik berkembang menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia tanpa kehilangan makna filosofinya,” urainya.

Karena itu, Nunung mengajak masyarakat tidak hanya mengenakan batik sebagai tren fesyen, tetapi juga memahami cerita yang tersimpan di balik setiap helai kain. Ia juga menilai keserasian memadukan kebaya dan batik menjadi bagian penting dalam menampilkan karakter seseorang.

“Pemilihan warna kebaya dan kain batik sebaiknya saling melengkapi. Misalnya kebaya merah akan tampak harmonis dipadukan dengan kain bermotif sogan, sedangkan kebaya hitam akan lebih anggun jika dipasangkan dengan batik bernuansa putih. Keserasian itu ikut mencerminkan kepribadian pemakainya,” paparnya.

Di kesempatan itu juga digelar peragaan busana yang menampilkan koleksi Danar Hadi dan desainer Riris Ghofir. Melalui peragaan busana tersebut, para tamu diajak melihat bahwa kebaya dan batik tetap relevan dikenakan di berbagai kesempatan, tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Peringatan Hari Kebaya Nasional kali ini pun menjadi pengingat bahwa melestarikan wastra Nusantara tidak cukup hanya dengan memakainya pada acara seremonial. Yang tak kalah penting adalah memahami makna, menghargai sejarah, dan meneruskan kisah yang terkandung di balik setiap motif kepada generasi muda agar kebaya dan batik tetap hidup sebagai identitas bangsa, bukan sekadar koleksi di lemari. ap

1 2 3

Comments are closed.