
Arik S Wartono gelar pameran tunggal ‘Dari Gosari ke Kasongan’ di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. (foto: dok)
Merekam Langit di Atas Dua Pusat Gerabah
Cerita Gosari dan Kasongan kemudian bergerak ke dinding galeri. Sebanyak 12 karya astrofotografi menampilkan langit dari sejumlah lokasi yang berkaitan dengan jejak perjalanan tersebut.
Di antaranya Purnama Gosari, Malam Goa Gosari, Malam Giri Kedaton, Malam Kedu, Senja Kasongan, Petir Giri, hingga Pagi Goa Selarong.
Tidak semua karya hanya merekam langit. Beberapa di antaranya menjadi dokumentasi lanskap dan situs, termasuk Prasasti Gosari/Butulan yang didokumentasikan pada 10 September 2026.
Bagi Arik, langit menjadi bagian dari arsip yang berbeda. Ia merekam ruang, waktu, dan suasana yang tidak selalu bisa dibaca dari sebuah artefak.
“Fotografi bagi saya bukan hanya soal membuat gambar yang indah. Ia juga bisa menjadi cara menyimpan suasana sebuah tempat dan membaca kembali hubungan manusia dengan ruang yang ditempatinya,” tuturnya.

















