
Arik S Wartono gelar pameran tunggal ‘Dari Gosari ke Kasongan’ di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. (foto: dok)
Dari Lempung, Air hingga Buku
Arsip dalam pameran ini juga cukup beragam. Pengunjung dapat melihat fragmen gerabah Gosari, air Gosari dan Kasongan, lempung dari kedua wilayah, termasuk lempung Gosari yang berasal dari bekas bakaran tungku. Ada pula fragmen gerabah dari situs Prasasti Gosari/Butulan.
Dari Kasongan, ditampilkan sejumlah produk kerajinan seperti kuali, anglo, wuwungan naga, kuda koden, serta berbagai suvenir berbentuk kuda, naga, dan gajah.
Arsip material itu dilengkapi air Laut Jawa, batu Gosari, fosil kerang dari Ujungpangkah, material metalurgi, serta buku-buku yang membahas Gosari, Kasongan, Giri Kedaton, dan Gresik.
Data foto dan video riset juga menjadi bagian dari pameran. Dengan demikian, ruang pamer tidak hanya berisi karya yang dipandang dari sisi estetika. Pengunjung juga diajak membaca material dan dokumen sebagai bagian dari perjalanan pengetahuan.
Bougenville, Gerabah, dan Kritik terhadap Pengetahuan
Ada pula detail lain yang cukup mencolok, yakni bunga bougenville atau yang lebih populer disebut bunga kertas. Bunga tersebut ditempatkan dalam vas gerabah berupa kendil. Kehadirannya bukan sekadar dekorasi.
















