Dari Gosari ke Kasongan: Arik S Wartono Merangkai Jejak Gerabah dalam Seni dan Arsip

0
84

Bagi Arik, kolaborasi tersebut penting karena perjalanan gerabah tidak mungkin dibaca hanya dari satu sudut. “Pameran ini saya posisikan sebagai ruang pertemuan antara seni, sejarah, arsip, riset, dan pengalaman para pelaku. Karena sebuah kebudayaan tidak lahir dari satu orang, melainkan dari proses panjang yang melibatkan banyak generasi,” katanya.

Pada akhirnya, ‘Dari Gosari ke Kasongan’ tidak hanya mengajak pengunjung melihat gerabah sebagai benda. Ada cerita tentang tanah, api, air, manusia, perpindahan pengetahuan, perubahan simbol, dan bagaimana sebuah tradisi bertahan melewati zaman.

Dari Gosari menuju Kasongan, Arik mencoba membuka kembali jejak yang mungkin selama ini hanya terbaca sebagai artefak. Di dalam ruang galeri, jejak itu diberi kesempatan untuk berbicara lagi.

Pameran seni rupa dan arsip sejarah yang diresmikan oleh Prof Djuli Djatiprambudi ini dibuka mulai Kamis (17/9/2026), dan berlangsung hingga 22 September 2026. */ana/ap

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.