Tak Ingin Berhenti Berkarya, 12 Wartawan Usia Emas Gabung Bikin Buku ‘Kucinta Negeri Kutulis Puisi’

0
2375

Karyanto: Perjalanan di dunia jurnalistik berawal dari Harian Pos Kota Jakarta, mingguan Surya Surabaya, Harian Surya Surabaya, Inhouse media Majalah Bank Jatim, inhouse media Majalah Warta BUMD Pemprov Jatim, hingga ke media online arekmemo.com.
Beberapa karya sastranya berupa cerpen pernah dimuat di Surabaya Post dan Harian Terbit (Jakarta). Sedangkan ‘Wayang Sableng’ dalam bentuk serial di Harian Surya. Sekarang menekuni dan semangat belajar berpuisi.

Kris Maryono: Lahir di Malang 16 Juli 1959, alumnus SMPP Pare Kediri tahun 1978-1979 (sekarang SMA Negeri 2 Pare) ini masuk RRI Surabaya tahun 1982 menjadi reporter, bertugas dari 1985 hingga purna tugas 2019.
Aktif di Yayasan Penyayang Anak (Swayanaka) Surabaya tahun 1985-1999, jadi Pengurus Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) periode 2011-2016, pembina Grup Lawak Galajapo 1991 hingga sekarang, Pembina Komunitas Perupa Delta (Komperta) dan komunitas Wanita Pelukis Sidoarjo (Sekar Delta) dari 2015 sampai sekarang.

Rokim Dakas: Alumnus Akademi Wartawan Surabaya (AWS) ini Berprofesi sebagai wartawan. Rekam jejaknya di dunia jurnalistik tercatat di rentang tahun 1982-2020: di harian Radar Kota, majalah Liberty, harian Suara Indonesia, harian Surabaya Post, tabloid Nyata, SKM Surabaya Minggu, harian Bhirawa, tabloid Cempaka, KabarIndonesia.com, LensaIndonesia.com, tabloid Hobiku, tabloid Auto Repair, tabloid Kukilo, majalah Tren Hobi, tabloid BnR, majalah BnR, majalah Bende, majalah Alur, majalah Kirana, tabloid Deep Smile, tabloid Pasar, tabloid Koran Rungkut, tabloid Koran Bubutan, tabloid Indiependen, tabloid Jembatan Merah, Inilahmojokerto.com, Wefreeline.com.
Sedang di rentang tahun 1975-2000: Aktor dan sutradara teater sanggar Bengkel Muda Surabaya. Pemeran film-film pendek. Pada tahun yang sama juga aktif menggeluti senirupa, event organizer serta mengajar ekstra kurikuler kesenian di SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi di Surabaya.

Sasetya Wilutama: Lahir di Surabaya, 31 Agustus 1963, alumnus Akademi Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) ini sudah aktif menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa sejak di bangku kuliah, baik berupa cerpen, puisi, cerita anak dan jurnalistik.
Namanya juga tercatat dalam ‘Buku Pintar Sastra Indonesia’ (Pamusuk Eneste, Penerbit Kompas 2001). Karyanya dalam bahasa Jawa berupa cerita cekak dan geguritan, dimuat di Majalah berbahasa Jawa Penyebar Semangat.
Di dunia jurnalistik, Sasetya Wilutama mengawali karier sebagai wartawan/redaktur Majalah Penyebar Semangat di Surabaya selama 10 tahun, sambil menulis artikel berbahasa Indonesia.
Tahun 1993 alih profesi sebagai Produser Creatif di SCTV selama 18 tahun. Pensiun dari SCTV, mengelola beberapa TV lokal, antara lain Arek TV Surabaya, B-One TV Bojonegoro, Matrix TV Digital Jakarta.
Kini ia pulang kampung dan bekerja di almamaternya, Stikosa AWS sebagai tenaga pendidikan di Divisi Marketing & Public Relation.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.