
Tundjung Iswandaru, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya secara simbolis mengalungkan kode QRIS ke juru parkir di Jl Tunjungan.
“Total ada 2.300 jukir dan semuanya ini bertahap, mereka tinggal melengkapi administrasinya lalu bisa menerapkan ini,” tegasnya.
Sejauh ini, lanjut Tundjung, memang masih ada beberapa pengguna yang belum paham tentang bayar parkir menggunakan QRIS. Makanya, dalam rangka transisi dari pembayaran tunai ke pembayaran non tunai, Dishub Surabaya masih menfasilitasi warga dengan pembayaran tunai dan harus dengan karcis.
“Di masa transisi ini masih bisa bayar tunai dan ada karcisnya. Tetapi selanjutnya sambil kami evaluasi untuk menggunakan QRIS ini,” katanya.
Tundjung juga memastikan bahwa program pembayaran parkir dengan QRIS sudah didukung semua jukir se-Kota Surabaya. Bahkan, ia juga memastikan bahwa program ini juga untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Surabaya dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan jukir.
Sementara itu, Izul Fiqri, Ketua Umum Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) memastikan seluruh jukir di Kota Surabaya sudah menyetujui penerapan pembayaran parkir melalui QRIS itu.
















