
Nugroho Agung Prasetyo
iniSURABAYA.com – Di awal reformasi ketika demokrasi sedang mencari bentuk, Presiden Abdurrahman Wahid menghadirkan angin segar melalui pembentukan tim juru bicara presiden.
Tiga figur terpilih menjadi juru bicara Gus Dur, yaitu Wimar Witoelar, dikenal dengan gaya nyentrik dan kritis, Gus Yahya Cholil Staquf, yang santun sekaligus tajam, serta Wahyu Muryadi, jurnalis senior yang memperkuat narasi presiden dengan pendekatan media.
Berbeda dengan Gus Dur, Presiden Megawati Soekarnoputri di era Kabinet Gotong Royong justru tidak secara resmi mengangkat juru bicara. Meski begitu, publik mengenal sejumlah tokoh seperti Pramono Anung, Sutjipto, Roy BB Janis, dan Bambang Kesowo yang kerap muncul memberi pernyataan mewakili presiden.
Mereka lebih banyak tampil sebagai ‘penyambung lidah politik’ daripada sebagai jubir struktural.
Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat, struktur lebih rapi. Pada periode pertamanya, muncul dua figur utama, yaitu Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
















