
Nugroho Agung Prasetyo
Alih-alih menyampaikan empati terhadap tragedi, ia mengeluh tentang kelelahan pribadinya. Media mengutipnya, dan dunia menonton. Dampaknya, Ia kehilangan jabatan dan BP menanggung kerugian reputasi yang cukup besar.
Di level pemerintahan, Scott Morrison, mantan PM Australia, menyampaikan kalimat fatal saat kebakaran hutan melanda negerinya, “I don’t hold a hose, mate.”
Ini menjadi simbol ketidakhadiran moral negara dalam situasi genting. Dampaknya, dia kalah dalam pemilu berikutnya, dan reputasinya memudar.
Kisah-kisah ini tentu menjadi pelajaran berharga tentang komunikasi krisis, satu kalimat bisa jadi bensin di atas bara.
Dalam banyak krisis, baik bencana industri, serangan siber, skandal politik, hingga pandemi, satu elemen yang paling dinanti publik bukan hanya pernyataan resmi, tapi siapa yang menyampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. Di sinilah peran juru bicara (spokesperson) jadi sangat krusial.
















