Surat Terbuka Hamid Nabhan untuk Wali Kota Surabaya: Seniman Layak Punya ‘Rumah’ di Kotanya Sendiri

0
224

Bagaimana bisa sebuah kota membangun masa depannya dengan menggusur bagian penting dari dirinya sendiri?

Saya dan para insan seni kota Surabaya berharap, Pemerintah Kota Surabaya bisa melihat betapa berharganya warisan ini. Balai Pemuda, DKS dan tempat-tempat seni lainnya, tak terkecuali kantin Mak Ning, bukanlah beban, melainkan aset berharga yang telah mengangkat martabat kita Surabaya selama bertahun-tahun. Mari kita mencari solusi bersama.

Pak walikota yang saya cintai, Surabaya layak punya seniman yang berkembang. Seniman layak punya ‘rumah’ di kotanya sendiri yang mereka cintai, dan setiap orang yang telah mengabdikan hidupnya untuk merawat tempat ini layak mendapatkan wadah untuk terus hidup dan berkontribusi.

Demikian saya sampaikan surat ini dengan harapan yang tulus dari hati yang dalam. Balai Pemuda, Dewan Kesenian Surabaya, dan semua ruang kreatifnya itu adalah jantung kebudayaan Surabaya, bukan hanya cagar budaya yang punya sejarah panjang, tapi juga rumah buat saya dan teman-teman seniman lainnya, bahkan jadi tempat penghidupan buat orang seperti Mak Ning yang sudah begitu lama merawat tempat itu.

Sekali lagi saya memohon dan sangat berharap Bapak Walikota Surabaya bisa memperhatikan hal ini. Semoga kita bisa cari jalan keluar bersama yang bisa menghargai sejarahnya. Atas perhatian dan kebijaksanaannya saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Surabaya, 30 Maret 2026.*

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.