‘Gemblak Terakhir’: Kisah Warok, Cinta, dan Kuasa yang Diangkat Jadi Novel

0
181

Bikin Penasaran sampai Halaman Terakhir
Kekuatan lain ‘Gemblak Terakhir’ terletak pada ritme cerita. Konflik dibangun sambung-menyambung dengan tambahan unsur percintaan, kriminalitas dan aksi laga sehingga pembaca tidak hanya diajak mengenal budaya, tetapi juga mengikuti perjalanan tokoh-tokohnya.

Adriono menyebut alur novel ini bergerak cepat tanpa terlalu banyak uraian sastra yang bertele-tele. Gaya bahasanya pun dibuat populer dan ringan. Pendekatan tersebut membuat kisah budaya yang diangkat terasa lebih mudah didekati pembaca masa kini.

“Saya pribadi sangat menikmati novel ini pada saat melakukan penyuntingan naskah,” pungkas Adriono.

Pada akhirnya, ‘Gemblak Terakhir’ tidak hanya menawarkan kisah tentang warok dan gemblak. Novel ini juga mengajak pembaca melihat kembali bagaimana budaya, kemiskinan, kekuasaan, cinta, persahabatan dan pilihan hidup dapat bertemu dalam satu cerita.

Dan pertanyaan besarnya tetap sama: mampukah seorang gemblak memutus rantai masa lalu dan mewujudkan impiannya menjadi guru? Jawabannya ada di halaman-halaman ‘Gemblak Terakhir’. */ap

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.