
Carl Thomas Dean mencium istrinya, Dolly Parton. Keduanya kini bersatu lagi setelah Dolly meninggal pada 25 Agustus 2026 menyusul Carl yang meninggal lebih dulu pada 2025.
Atau simak ini: “Saya perlu menulis lagu cinta yang indah, jadi saya memilih suami saya—sosok yang saya cintai—dan berpikir. Ya, saya akan menulis lagu indah tentang dirinya”. Dan ini: “Seperti semua kisah cinta yang hebat, cinta itu tak pernah berakhir. Ia terus hidup dalam ingatan dan lagu. Dia akan selalu menjadi bintang dalam kisah hidup saya, dan saya persembahkan lagu untuknya”.
Lalu siapa angkat tangan seperti Dolly begini; perempuan yang memuja laki-lakinya setinggi langit. Simak: “Kisah cinta kami adalah kisah cinta lama yang luar biasa. Kebanyakan orang tidak bisa mempertahankan kedekatan selama itu. Itu adalah suatu kehilangan. Tak seorang pun bisa memahaminya kecuali jika mereka mengalaminya sendiri. Carl akan selalu ada di hati dan kenangan saya”.
Sudah pasti kalah berat jika iri dengan cinta Dolly-Carl, sejujurnya saya terpaut pada Dolly karena lagu I Will Always Love You versi Whitney Houston, superidola saya. Sejak jadi soundtrack film The Bodyguard pada 1992, saya baru merunut sosok Dolly. Tak akan saya kenal Dolly tanpa Whitney yang menyulap lagu itu dari sedih bergaya country menjadi mahakarya yang megah.
Peraih 11 Grammy Award itu pun mengakui bahwa lagu itu lebih hidup karena Whitney. Lagu yang membuatnya hampir menabrak mobil saat mendengarnya pertama kali di radio. Dolly kaget karena terkesima dengan improvisasi Whitney dalam akapela di bagian intro yang tak disangkanya. Bahkan Dolly menepikan mobilnya karena sangat terharu mendengar lagunya dibuat Whitney menjadi luar biasa.

Dolly Parton menyerahkan penghargaan Grammy Award pada Whitney Houston yang sukses menyanyikan lagu ciptaannya I Will Always Love You.
Berkat lagu itu Whitney meraih Grammy Award kategori Record of the Year dan Best Pop Vocal Performance. Juara 1 selama 14 minggu di Billboard Hot 100. Meraih sertifikasi RIAA Diamond atas penjualan lebih dari 10 juta kopi di Amerika Serikat. Jadi nomor 1 di tangga lagu Billboard Hot Country Songs untuk versi ulangnya pada 1982, mengulang prestasi yang sama pada 1974. Lagu itu juga dicatat sebagai karya penulisan lagu paling sukses dan legendaris dalam sejarah musik country Amerika Serikat.
















