Obituari Dollly Parton, 540 Hari Antara Dolly dan Carl: I Will Always Love You

0
30

Atau simak ini: “Saya perlu menulis lagu cinta yang indah, jadi saya memilih suami saya—sosok yang saya cintai—dan berpikir. Ya, saya akan menulis lagu indah tentang dirinya”. Dan ini: “Seperti semua kisah cinta yang hebat, cinta itu tak pernah berakhir. Ia terus hidup dalam ingatan dan lagu. Dia akan selalu menjadi bintang dalam kisah hidup saya, dan saya persembahkan lagu untuknya”.

Lalu siapa angkat tangan seperti Dolly begini; perempuan yang memuja laki-lakinya setinggi langit. Simak: “Kisah cinta kami adalah kisah cinta lama yang luar biasa. Kebanyakan orang tidak bisa mempertahankan kedekatan selama itu. Itu adalah suatu kehilangan. Tak seorang pun bisa memahaminya kecuali jika mereka mengalaminya sendiri. Carl akan selalu ada di hati dan kenangan saya”.

Sudah pasti kalah berat jika iri dengan cinta Dolly-Carl, sejujurnya saya mulai terpaut pada Dolly karena lagi I Will Always Love You versi yang dinyanyikan Whitney Houston, superidola saya. Sejak jadi soundtrack film The Bodyguard pada 1992, saya baru merunut sosok Dolly. Tak akan saya kenal Dolly tanpa Whitney yang menyulap lagu itu dari sederhana menjadi istimewa.

Peraih 11 Grammy Award itu pun mengakui bahwa lagu itu hidup karena Whitney. Lagu yang membuatnya hampir mengalami kecelakaan saat menyetir karena terkesima improviasi Whitney sejak berakapela di bagian intro. Lagu yang menobatkan Whitney meraih Grammy Award untuk kategori Record of the Year dan Best Pop Vocal Performance, Female.

Apalagi? Juara 1 selama 14 minggu di Billboard Hot 100. Mendapatkan sertifikasi RIAA Diamond atas penjualan lebih dari 10 juta kopi di Amerika Serikat. Menempati posisi nomor satu di tangga lagu Billboard Hot Country Songs untuk versi ulangnya pada 1982 yang mengulang prestasi yang sama pada 1974. Menjadi salah satu karya penulisan lagu paling sukses dan legendaris dalam sejarah musik country Amerika.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.