Dari Gosari ke Kasongan: Arik S Wartono Merangkai Jejak Gerabah dalam Seni dan Arsip

0
0

iniSURABAYA.com — Apa yang menghubungkan Gosari di Gresik dengan Kasongan di Yogyakarta-Kedu? Bagi Arik S Wartono, jawabannya bukan sekadar sama-sama dikenal sebagai kawasan gerabah. Ada jejak sejarah, pengetahuan, teknik, material, hingga ingatan yang menghubungkan keduanya.

Jejak itulah yang coba dirangkai Arik melalui pameran tunggal ‘Dari Gosari ke Kasongan’ di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya.

Bagi Arik, perjalanan dari Gosari menuju Kasongan adalah perjalanan melintasi ruang sekaligus waktu. Dari sebuah goa kecil dan tungku pembuat gerabah berskala besar di Ngambal, yang kini masuk wilayah Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, hingga Kasongan yang dikenal sebagai salah satu sentra gerabah paling populer di Indonesia.

“Gosari dan Kasongan saya lihat bukan semata sebagai dua tempat penghasil gerabah. Di antara keduanya ada jejak pengetahuan, material, teknik, dan ingatan yang menarik untuk ditelusuri kembali,” ujar Arik S. Wartono, Seniman, Kurator, dan Pendiri Sanggar Daun.

Ketika Artefak Sejarah Masuk ke Ruang Seni
Yang membuat pameran ini menarik, Arik tidak hanya menghadirkan karya-karya baru. Pengunjung juga akan berhadapan dengan sejumlah artefak gerabah asli dari rentang abad ke-12 hingga abad ke-14, yang dikaitkan dengan periode Kerajaan Tumapel hingga Majapahit.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.