
Pemkot Surabaya mulai memberlakukan parkir digital di Zona 1. (foto: dok Diskominfo)
Aplikasi Mudah Dipahami
Salah satu petugas parkir di Jalan Tanjung Anom, Muhammad Afnan mengatakan, aplikasi yang diberikan cukup mudah dipahami. Selain itu banyak pengguna jasa parkir yang lebih memilih untuk melakukan transaksi pembayaran menggunakan metode digital.
“Aplikasinya mudah dipahami, dan sudah banyak masyarakat yang menggunakan,” katanya.
Sementara Intan, pengguna jasa parkir di Jalan Tanjung Anom mengaku dimudahkan dengan pembayaran parkir digital di Kota Surabaya. Menurutnya, pembayaran parkir digital justru menguntungkan anak muda yang jarang membawa uang cash.
“Jadi enak pakai QRIS, lebih praktis ya. Pertama kali nyoba, sebelumnya kan belum ada di Surabaya, dan lebih gampang pakai QRIS daripada pakai cash,” akunya.
Pengakuan senada disampaikan Riansyah Wahyu Pratama. Menurut Riansyah, pembayaran parkir digital justru menguntungkan masyarakat Kota Surabaya. Selain itu, sistem pembayaran parkir digital ini menjadi lebih transparan.
“Jadi, kalau parkir Rp2.000 ya Rp2.000. Kadang kan kalau parkir di tempat lain ada yang Rp3.000 atau Rp5.000. Itu tidak tepat sasaran juga masuknya ke pemkot. Saya harap tidak hanya diterapkan di sini, tapi di taman-taman atau tempat hiburan di Kota Surabaya lainnya,” pesannya. wid
















