Pemerintah Siapkan Rp164,4 Triliun untuk Ketahanan Pangan, Ini Fokus Programnya

Pemerintah melaporkan stok BULOG sekitar 5,3 juta ton pada awal Juni 2026 dan lebih dari lima juta ton pada April. Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah pada September 2026 disebut sekitar 4,61 juta ton. Perbedaan angka tersebut perlu dilihat berdasarkan tanggal pencatatan, pengadaan, penyaluran, dan definisi stok yang digunakan. (foto-foto: dok/IST)

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI.
Pengadaan BULOG perlu dibedakan dari produksi beras nasional. Pengadaan menunjukkan jumlah gabah dan beras yang diserap perusahaan, sedangkan produksi nasional mencakup seluruh hasil panen, termasuk yang dipasarkan melalui jalur lain, disimpan, atau dikonsumsi sendiri.
Pemerintah melaporkan stok BULOG sekitar 5,3 juta ton pada awal Juni 2026 dan lebih dari lima juta ton pada April. Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah pada September 2026 disebut sekitar 4,61 juta ton.
Perbedaan angka tersebut perlu dilihat berdasarkan tanggal pencatatan, pengadaan, penyaluran, dan definisi stok yang digunakan.
Cadangan yang memadai memberi pemerintah ruang untuk merespons gangguan produksi, bencana, dan gejolak harga. Namun, pengelolaan stok juga perlu disertai pencatatan yang transparan, pemeliharaan mutu, serta perencanaan distribusi sesuai kebutuhan antarwilayah.
Pemerintah menyatakan impor beras umum untuk konsumsi telah dihentikan. Kebijakan ini perlu dibedakan dari impor untuk kebutuhan khusus yang memiliki jenis, tujuan, volume, waktu, dan dasar kebijakan tersendiri.















