Pemerintah Siapkan Rp164,4 Triliun untuk Ketahanan Pangan, Ini Fokus Programnya

Pemerintah melaporkan stok BULOG sekitar 5,3 juta ton pada awal Juni 2026 dan lebih dari lima juta ton pada April. Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah pada September 2026 disebut sekitar 4,61 juta ton. Perbedaan angka tersebut perlu dilihat berdasarkan tanggal pencatatan, pengadaan, penyaluran, dan definisi stok yang digunakan. (foto-foto: dok/IST)
Di sisi lain, pengembangan hilirisasi pertanian, biodiesel B50, dan bioetanol membuka peluang peningkatan permintaan terhadap hasil pertanian. Kebijakan tersebut perlu memperhitungkan keseimbangan kebutuhan pangan, pakan, energi, penggunaan lahan, harga bahan baku, dan dampak lingkungan.
“Hilirisasi dan ekspor harus menjadi sarana meningkatkan nilai tambah bagi petani dan perekonomian nasional. Namun, ekspor tidak boleh mengurangi ketersediaan pangan dan sarana produksi bagi masyarakat dalam negeri,” kata Amran.
Sebanyak 260 Kasus Dugaan Mafia Pangan Dilaporkan
Pemerintah juga menyoroti pengawasan tata niaga untuk melindungi petani dan konsumen. Stok yang memadai tidak otomatis membuat harga terjangkau apabila terdapat hambatan distribusi, biaya logistik tinggi, ketimpangan pasokan antarwilayah, atau praktik perdagangan yang merugikan.
Amran meminta dugaan permainan harga, manipulasi stok, kartel, pemalsuan produk, dan pelanggaran lain dalam tata niaga pangan ditangani sesuai ketentuan hukum.
Sepanjang 2024–2026, Menteri Pertanian melaporkan 260 kasus dugaan mafia pangan telah dilimpahkan kepada aparat penegak hukum.
















